*Global Logistik Raya (GLR) : AI Kini Jadi Faktor Nyata Pendorong Pertumbuhan Bisnis*
Jakarta, 06 Aug 2026

Jakarta, 06 Agustus 2026– PT Global Lancar Raya melalui brand Global Logistik Raya (GLR) dan GLR Consultant menanggapi hasil studi "Unlocking Indonesia's AI Potential 2026" yang dirilis Amazon Web Services (AWS) dalam ajang AWS Summit Jakarta di ballroom The Ritz-Carlton, Pacific Place, Kamis (6/8/2026). Studi tersebut mengungkap bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia telah memasuki babak baru, bergeser dari tahap eksperimen menuju implementasi nyata yang berdampak langsung pada bisnis.

CEO PT Global Lancar Raya, Kelik Eko Rahajanto, menilai temuan tersebut mencerminkan tren yang juga mulai dirasakan di sektor logistik, di mana pemanfaatan teknologi kini semakin diarahkan untuk hasil bisnis yang konkret, bukan sekadar uji coba.

"Country Manager AWS Indonesia menyampaikan bahwa kisah AI di Indonesia sudah bergeser dari eksperimen ke eksekusi, dan hasilnya mulai terlihat nyata. Ini sejalan dengan apa yang kami amati di industri logistik, di mana pemanfaatan teknologi digital dan otomatisasi sudah mulai memberikan dampak langsung terhadap efisiensi operasional,"

Ia menyoroti data dalam studi tersebut yang menunjukkan 40 persen pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI, dengan 75 persen di antaranya melaporkan peningkatan produktivitas, 72 persen menyebut AI mempercepat inovasi, dan 62 persen mengaku pendapatan mereka ikut tumbuh berkat penerapan AI.

"Angka-angka ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi faktor nyata yang mendorong pertumbuhan bisnis. Di logistik, penerapan teknologi serupa juga berpotensi meningkatkan efisiensi, mulai dari optimalisasi rute, prediksi permintaan, hingga otomatisasi proses administrasi," tambahnya.

Kelik turut menyoroti temuan mengenai adopsi agentic AI, yang menurut studi AWS mampu mendorong 84 persen peningkatan produktivitas, 47 persen percepatan pengambilan keputusan, dan 44 persen peningkatan efisiensi operasional pada perusahaan yang telah mengadopsinya.

"Hasil ini menarik karena menunjukkan potensi besar AI, khususnya agentic AI, dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisiensi operasional yang lebih baik. Ini menjadi bahan pembelajaran penting bagi kami untuk terus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi serupa di operasional logistik," ujarnya.

Namun demikian, Kelik juga mencermati tantangan yang diungkap dalam studi tersebut, yakni 56 persen organisasi mengaku kekurangan talenta digital, yang menjadi salah satu hambatan terbesar dalam memperluas implementasi AI.

"Tantangan talenta digital ini juga menjadi perhatian kami. Teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengoperasikan dan mengoptimalkannya. Karena itu, investasi pada pengembangan SDM harus berjalan beriringan dengan adopsi teknologi," pungkas Kelik.

OTHER NEWS

, 21 Feb 2025
Kelik Eko Raharjanto, ST - Director/Owner of PT GLR as Speaker of Supply Chain Management Optimization Strategy with ISO 9001

Jakarta, 17 Oct 2024
Ahead of the 2nd Anniversary, NLC Promotes Networking Improvements & Logistics Business Synergies

Purwokerto, 06 Dec 2016
CV. ALPHABET Purwokerto Successfully Achieved ISO 9001:2015 Certificate

Jakarta, 20 Aug 2016
Presentation of ISO 9001: 2015 Certificate PT. Halim Dirgantara Partners