
Polusi udara menjadi tantangan multidimensi yang semakin mendesak untuk ditangani. Terutama di kota-kota besar dan kawasan industri Indonesia.
Dampaknya bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan beban layanan publik, menurunkan produktivitas tenaga kerja, serta menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski tidak selalu tampak oleh mata, dampak polusi udara sangat nyata dan meresap dalam berbagai aspek kehidupan. Tingginya konsentrasi polutan di udara berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kasus penyakit pernapasan, beban layanan kesehatan, hingga penurunan produktivitas tenaga kerja.
Pencemaran udara juga memiliki konsekuensi ekonomi yang luas. Berbagai studi menunjukkan bahwa polusi udara menyebabkan kerugian produktivitas, meningkatnya beban anggaran publik untuk layanan kesehatan, menurunnya kualitas hidup, serta berdampak pada daya saing wilayah.
Untuk itu, Global Logistik Raya (GLR) peduli dan sangat mendukung MERDEKA POLUSI yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia dalam forum terbuka yang tidak hanya mengangkat isu ini ke permukaan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan kolaboratif melalui Merdeka Polusi dengan tema "Solusi Menekan Biaya Ekonomi Dampak Polusi Udara" yang berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025, pukul 15.30-16.30 WIB.
CEO GLR Kelik Eko Raharjanto setuju Merdeka Polusi adalah inisiatif edukatif dan advokatif yang dihadirkan sebagai momentum memperingati kemerdekaan Indonesia dengan semangat membebaskan bangsa dari ancaman polusi udara. Forum ini mengusung pendekatan lintas sektor, menghubungkan masyarakat, ilmuwan, pemerintah, dan pelaku industri untuk bersama menyuarakan dan menyusun langkah nyata menuju udara bersih.
Kelik Eko Raharjanto - CEO GLR dalam mendukung Program Pemerintah mengurangi polusi udara yaitu dengan melakukan uji emisi pada kendaaraan Operasional Global Logistik Raya (GLR).
Pada dasarnya, tujuan utama pelaksanaan pengujian kendaraan adalah untuk mengurangi tingkat pencemaran udara dari gas buang kendaraan bermotor.
Uji emisi ini bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan akan beroperasi secara efisien dan sesuai standar emisi dari pemerintah. Tak hanya itu saja, uji emisi juga bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya melakukan perawatan kendaraan secara berkala untuk menjaga performa dan kualitas udara.
2. Mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus memitigasi dampak buruk dari perubahan iklim.
3. Memastikan kesehatan Staff GLR & masyarakat terjaga dan tetap dalam kondisi baik dengan cara mengurangi polutan yang membahayakan tubuh mencemari udara.
4. Memberikan data untuk merumuskan kebijakan lingkungan secara tepat sasaran dan lebih efektif.
5. Dengan adanya uji emisi, kendaraan yang tidak memenuhi standar untuk segera diperbaiki atau diberikan warning berupa pembatasan penggunaan.
OTHER NEWS
Global Logistics Raya (GLR) Supports Logistics Opportunities in Addressing Waste Management / Waste Emergency Issues Through Waste to Energy
GLR Attends 2025 Outstanding Archivists Awards
PT Global Lancar Raya/Global Logistik Raya (GLR) Wins Prestigious Logistics and Transportation Company Award in the Emerging Company Category "Best Logistics and Transportation Company in GCG"
GLR Consultant Accompanies Alphabet-Purwokerto Offset Printing & Packaging for 9 Years in Implementing the ISO 9001 Quality Management System Certificate
Global Logistik Raya Will Hold a Blood Drive on Its Seventh Anniversary. Here's How to Register
Together with Wuling Mitra EV, the National Logistics Community Celebrates Its Third Anniversary
Global Logistics Raya (GLR) Attends Jakarta NO-CODEDAY THE AGE OF AI 2025
GLOBAL LOGISTICS RAYA (GLR) & TRISAKTI INSTITUTE OF TRANSPORTATION AND LOGISTICS (ITL) ESTABLISH PARTNERSHIP
GLR & SMARTCOM INDONESIA